Minggu, 21 Februari 2021

Aku ingin jadi Koruptor

Cita-citaku adalah menjadi seorang koruptor,
Yang harus kulakukan hanyalah bersikap baik budi untuk ditayangkan ditelevisi,
Cita-citaku adalah menjadi seorang koruptor,
Yang hidup layak dan mumpuni,
Tidak peduli uang rakyat mana yang ku korupsi,
Yang terpenting aku harus mengoleksi aneka Lamborghini,
Tidak peduli uang rakyat mana yang ku korupsi,
Yang terpenting lambungku penuh terisi,
Aku ingin menjadi koruptor sejati,
Koruptor yang korupsi tanpa pilah pilih,
Baik itu uang negara maupun uang rakyat yang hendak berangkat haji,
Aku ingin jadi koruptor sejati,
Koruptor yang ramah dan gemar berbagi,
Baik itu kepada rekan kerja maupun sipir penjara,
Aku ingin jadi koruptor sejati. 

Padangsidimpuan Tenggara 22 Februari 2021
Oleh: M.Siregar 

Selasa, 02 Februari 2021

Eksistensi Media Masa Dikancah Perpolitikan Indonesia

Apasih media masa ?..
Media masa atau yang dikenal dengan pers adalah alat penyampai informasi yang juga sangat penting dalam konteks sosial bermasyarakat. Sebagaimana pers yang terdapat dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang pers. Ada dua jenis Media masa dari dulu hingga sekarang  yang umum diketahui yaitu media masa tradisional seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, film (layar lebar) dan media masa modern yang populer di masyarakat sekarang yaitu seperti internet dan telepon seluler. 
Berbicara mengenai eksistensi media masa di kancah perpolitikan Indonesia, sama halnya membicarakan peran dalam keterlibatannya di perpolitikan yang ada. Peran media masa tampak jelas keterlibatannya di hiruk pikuk dunia perpolitikan Indonesia. Yang mana dalam kajian ini media masa diartikan sebagai sarana yang terkait dengan penyampaian pesan yang bersifat rill maupun simbolik dan institusi politik kepada masyarakat yang lebih luas. Media masa di dunia politik  berperan sebagai penyampaian ide, pesan dan program kerja politik. Media masa dianggap efektif dalam penyampaian pesan maupun program kerja politik kenapa demikian, karena salah satu alasannya adalah penyampaian pesan ataupun program kerja politik melalui media masa ini terjangkau oleh seluruh masyakat karena media masa seperti internet dan sosial media itu dengan mudah diakses. 
Mengkaji mengenai internet ataupun sosial media  yang lebih banyak digandrungi masyarakat khususnya Indonesia yaitu dengan presentasi 83 juta pengguna internet dan 72 juta akun pengguna sosial media aktif  yang lebih memilih mendapatkan informasi melalui media internet ataupun sosial media. 




Terlepas dari ini, media cetak seperti surat kabar, majalah dan sejenisnya juga masih dibutuhkan atau masih berperan dalam hal sebagai penyampaian pesan politik maupun program kerja politik yang mana ditandakan dengan masih adanya percetakan surat kabar dan majalah yang diperuntukkan untuk masyarakat yang mana mungkin didaerahnya susah untuk mengakses internet dan sosial media untuk mendapatkan informasi maupun pesan sekaligus program kerja politik. 
Membahas mengenai eksistensi ataupun peran media masa dikancah perpolitikan tak lengkap kiranya jika tidak mengkaji bagaimana pula popularitas media masa di ranah hukum. Di era yang serba elektronik seperti sekarang tak dapat dipungkiri bahwa banyak pihak yang memanfaatkannya tanpa terkecuali juga Mahkamah Agung (MA) yang memberikan kesempatan kepada pihak yang berperkara dipengadilan untuk dilakukan secara elektronik. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di Pengadilan Secara Elektronik.
Bukan omong kosong belaka, salah satu contoh eksistensi dan peran media masa dikancah perpolitikan Indonesia adalah adanya beberapa politikus yang memanfaatkan penggunaan internet dan media sosial ketika masa kampanye saat mencalonkan diri. Dengan ini semoga kita termasuk pengguna media masa seperti  internet dan media sosial yang bijak yang tidak menyalahgunakan fungsi dan kondrat diciptakannya untuk hal yang positif.
Semoga bermanfaat
Terima kasih. 

Budiman Sudjatmiko juga Manusia: Butuh Makan juga Kopi

Sejarah acapkali menjumpakan seseorang dengan versi dirinya di masa lalu. Kemudian, dalam perjumpaan itu seringnya mengundang pe...