Senin, 20 Desember 2021

Romantika Asmara Sang Aktivis

Ketika kau gagah dengan gordon bercorak hijau hitam yang melingkar di lehermu,
Diwaktu yang sama dengan jas pergerakanku aku tegak anggun melirikmu,
Sudut ke sudut dalam forum bahwasanya kita se atap namun hanya bisa saling menatap, 
Beratapkan langit yang membiru sebiru jas pergerakan kebanggaan ku,
Menapaki aspal jalanan yang hitam sehitam corak himpunan kebanggaan mu,
Bahwa jalanan ibu kota adalah forum kita..

Tiap pergerakan yang kita lakukan selalu diwarnai kuningnya peringatan para pemangku kebijakan,
Begitu juga himpunanmu yang selalu di cap hitam atas tiap aksi kegiatan yang menganggu para elit politik,
Suatu saat birunya langit pagi menjadi saksi perjuangan kita,
Hingga hitamnya langit malam menjadi saksi berhimpunnya benih-benih cerita kita..

Kelak, kisah ini kita petik di kala tua duhai kekasih,
Di teras rumah tepat dihadapan sepasang cangkir kopi dan disaksikan buah hati kita..

Padangsidimpuan Tenggara
Oleh: Nona siregar, S.H & Rahmanz04

Sabtu, 11 Desember 2021

Lirik Nestapa Perempuan

Vagina kaumku minim perlindungan,
Atas nama perempuan-perempuan yang dilecehkan keadilan masih dipertanyakan,
Tumpukan kasus pelecehan terhadap kaumku di gerogoti rayap dan dibiarkan usang,
Kemana hendak mengadu jika polisi juga betindak sebagai pelaku?
Kepada siapa hendak melaporkan kekerasan jika sang penegak hukum tebang pilih kasus mana yang mau didahulukan dan kasus siapa yang masuk dalam daftar antrian panjang.

Perempuan cantik meregang nyawa di pusara lelaki yang tidak pernah menggoreskan luka ialah cinta tulusnya yang pertama di dunia..
Ibu muda diperkosa dengan suka-suka dihadapan bayi mungilnya yang masih merah merona..
Mahasiswi dilecehkan sang dosen lalu tak diikutkan yudisium karena laporannya..
Dan deretan mahasiswi-mahasiswi lainnya yang mendapat perlakuan sama namun tidak berani buka suara..
Santriwati-santriwati yang menuntut ilmu dihamili oleh seorang lelaki berpakaian rapi dan suci lengkap peci..
Remaja belia disetubuhi beramai-ramai oleh keluarganya sendiri..

Bukan rumah bukan juga sekolah, berbagai tempat kini tak lagi ramah,
Tidak pondok tempat nyantri tidak juga perguruan tinggi, semua tempat tak begitu aman bagi kaum ku kini,

Lewat isu yang viral daku memprotes,
Lewat tweet demi tweet dan tagar-tagar perlawanan,
Lewat berbait-bait puisi daku mengkritik,
Sebab tulisanku ialah sebentuk perlawanan,
Karena daku perempuan!

Padangsidimpuan Tenggara
Oleh: M.  Siregar 




















Budiman Sudjatmiko juga Manusia: Butuh Makan juga Kopi

Sejarah acapkali menjumpakan seseorang dengan versi dirinya di masa lalu. Kemudian, dalam perjumpaan itu seringnya mengundang pe...