Mengelap gincu merah dibibir dengan jempol kanannya __
Memegang erat tas yang sengaja di sandang di bahunya __
Dan menenteng sebatang rokok sempurna sisa __
Sepertiga malam ketika orang-orang suci melaksanakan ibadah perempuan itu mulai menyayat luka di tubuhnya __
Sepertiga malam ketika orang-orang suci menundukkan kepala bersujud pada Tuhan-Nya perempuan itu mendongak kepala tegak keatas merangsang nikmat dan luka __
Sepertiga malam ketika orang-orang suci berdoa dengan tangan menadah perempuan itu basah akan keringat atas nama nafkah __
Ayam berkokok laksana isyarat luka akan di jeda __
Bersimbah luka tanpa pembalut dan obat merah perempuan itu pulang dengan senyum dan sumringah __
Perempuan itu di sambut si buah hati sulungnya dengan lembar kwitansi spp sekolah yang menumpuk __
Perempuan itu di sambut si buah hati bungsunya dengan botol susu yang kosong di tangan kirinya __
Dan perempuan itu mendapati seorang lelaki sebayanya berpakaian tidak rapi telentang di bawah ranjang dengan sebotol Vodka tak sadarkan diri __
Sekarang aku menjadi tahu,
Bahwasanya beberapa waktu silam perempuan itu salah memilih kapal menuju sebuah pulau __
Kapal yang salah itu berjenis laki-laki bernama suami dan pulau itu bernama bahtera rumah tangga __
Dan sekarang aku menjadi tahu dan menaruh iba pada perempuan itu __
Perempuan bergelar psk yang menanam luka di tubuhnya atas nama kebutuhan keluarga __
"sebut saja ia psk"
Oleh: Nona siregar, S.H __