Kamis, 17 Oktober 2024

Jangan Datang Lagi Nadiem!


___________________________

Tulisan ini datang dari pena seorang nona yang memangkas jam tidurnya dikala bumi tengah gelap-gelapnya,-
Tulisan ini sudah ada sejak lama namun sengaja dipresentasikan pada semesta di akhir periode para penguasa,-
Tulisan ini lahir sebagai wujud jabat tangan perpisahan kepada seorang Menteri Pendidikan Terburuk Sependek Pengetahuan saya,-

Maka, Nadiem adalah simbolisasi amburadulnya pendidikan Indonesia. Ada yang tidak terima?
Maka, Nadiem adalah representasi jahanamnya pendidikan Indonesia. Ada yang tidak terima?
Maka, Nadiem adalah visualisasi pendidikan itu bisnis. Ada yang tidak terima?
Nadiem adalah biang kemerosotan pendidikan Indonesia. Jangan berisik, itu fakta!

Berawal dari pengangkatan seorang menteri pendidikan berlatar belakang sekolah bisnis kala itu oleh penguasa,-
Mengadopsi gaya pendidikan Finlandia yang kelirunya luar biasa,-
Kurikulum Merdeka Bajingan,-
Siswa sekolah menengah pertama tidak bisa baca,-
Siswa sekolah menengah atas ditanya apa ibukota Indonesia jawabnya Papua,-
Pengetahuan siswa siswi sangat mendalam perihal tren tiktok, overthingking crush, sound viral, pernikahan dini dan lain semacamnya,-

Merdeka Belajar Bajingan,-
Belajar suka-suka sebab tidak ada ujian-ujian sebagai pemacu siswa,-
Siswa bodoh tetap naik kelas agar akreditasi sekolah tetap teratas,-
Di sela-sela waktu luang sesekali tenaga pendidik bergoyang dengan backsound viral agar fyp di beranda,-

Guru adalah tenaga admin,-
Guru disuruh sekolah guru lagi,-
Mengajar bukan lagi tugas utama guru sebab datang ke sekolah semata-mata untuk merampungkan ribetnya administrasi,-

Sistem Zonasi Sampah,-
Infrastruktur pendidikan sangat tidak memadai tapi menterinya belagu,-
Menteri pendidikan tukang ojek tapi bukan di pengkolan,-
Bahwa Nadiem ialah menteri terkaya di era kabinet Indonesia maju,-

Oleh: Nona siregar, S.H
Padangsidimpuan, Oktober - 2024,-

Budiman Sudjatmiko juga Manusia: Butuh Makan juga Kopi

Sejarah acapkali menjumpakan seseorang dengan versi dirinya di masa lalu. Kemudian, dalam perjumpaan itu seringnya mengundang pe...