Senin, 20 Desember 2021

Romantika Asmara Sang Aktivis

Ketika kau gagah dengan gordon bercorak hijau hitam yang melingkar di lehermu,
Diwaktu yang sama dengan jas pergerakanku aku tegak anggun melirikmu,
Sudut ke sudut dalam forum bahwasanya kita se atap namun hanya bisa saling menatap, 
Beratapkan langit yang membiru sebiru jas pergerakan kebanggaan ku,
Menapaki aspal jalanan yang hitam sehitam corak himpunan kebanggaan mu,
Bahwa jalanan ibu kota adalah forum kita..

Tiap pergerakan yang kita lakukan selalu diwarnai kuningnya peringatan para pemangku kebijakan,
Begitu juga himpunanmu yang selalu di cap hitam atas tiap aksi kegiatan yang menganggu para elit politik,
Suatu saat birunya langit pagi menjadi saksi perjuangan kita,
Hingga hitamnya langit malam menjadi saksi berhimpunnya benih-benih cerita kita..

Kelak, kisah ini kita petik di kala tua duhai kekasih,
Di teras rumah tepat dihadapan sepasang cangkir kopi dan disaksikan buah hati kita..

Padangsidimpuan Tenggara
Oleh: Nona siregar, S.H & Rahmanz04

12 komentar:

Rahman Zulfadli Lubis mengatakan...

Ngeri ngeri sedap wkwk

Azhuriyah mengatakan...

Keren ah.

Azhuriyah mengatakan...

Keren .

Elmiah Wardah Sr mengatakan...

Wahh.. Mantap

Yusup ae mengatakan...

Terharu saya eheheh

Yusup ae mengatakan...

Kekasih saya juga gitu eheheh

Abdur Rahman Siregar mengatakan...

Luarbiasa adinda

Azhuriyah mengatakan...

Luar biasa seorang penulis satu ini, top..

enni mawaddah siregar mengatakan...

Mantap kk

Unknown mengatakan...

Mewakili banget dah

Indra Wandi srg mengatakan...

Langgeng buat kedua penulis

Aditia Firmansyah mengatakan...

Mantap, terus kembangkan kk...semangat

Budiman Sudjatmiko juga Manusia: Butuh Makan juga Kopi

Sejarah acapkali menjumpakan seseorang dengan versi dirinya di masa lalu. Kemudian, dalam perjumpaan itu seringnya mengundang pe...