Diwaktu yang sama dengan jas pergerakanku aku tegak anggun melirikmu,
Sudut ke sudut dalam forum bahwasanya kita se atap namun hanya bisa saling menatap,
Beratapkan langit yang membiru sebiru jas pergerakan kebanggaan ku,
Menapaki aspal jalanan yang hitam sehitam corak himpunan kebanggaan mu,
Bahwa jalanan ibu kota adalah forum kita..
Tiap pergerakan yang kita lakukan selalu diwarnai kuningnya peringatan para pemangku kebijakan,
Begitu juga himpunanmu yang selalu di cap hitam atas tiap aksi kegiatan yang menganggu para elit politik,
Suatu saat birunya langit pagi menjadi saksi perjuangan kita,
Hingga hitamnya langit malam menjadi saksi berhimpunnya benih-benih cerita kita..
Kelak, kisah ini kita petik di kala tua duhai kekasih,
Di teras rumah tepat dihadapan sepasang cangkir kopi dan disaksikan buah hati kita..
Padangsidimpuan Tenggara
Oleh: Nona siregar, S.H & Rahmanz04
12 komentar:
Ngeri ngeri sedap wkwk
Keren ah.
Keren .
Wahh.. Mantap
Terharu saya eheheh
Kekasih saya juga gitu eheheh
Luarbiasa adinda
Luar biasa seorang penulis satu ini, top..
Mantap kk
Mewakili banget dah
Langgeng buat kedua penulis
Mantap, terus kembangkan kk...semangat
Posting Komentar